Sabtu, 22 Februari 2014

motivasi hijabku

Bidadari Syurga

D

isaat jiwa ini mulai melemah,rapuh, tak berdaya, prustasi dan tak minat lagi untuk mengenakannya. jiwa yang hampa tak tau apa yang mau aku perbuat. apakah aku akan kembali kesosok jiwaku dahulu....? bimbang terbawa angin laut yang menuju ke samudra yang arahnya tak tahu akan kemana. hati yang lemah dalam kebimbangan terus melantunkan do'a dan harapan. namun semua itu tak dapat membangunkan jiwa yang telah rapuh ini. air mata tak mampu lagi mengalir di pipi karna semua telah melemah. pikiran yang gundah tak ada sosok yang mampu untuk merangkul dan menasehatiku. sunyi, dingin, hanya bersama kebisuan kotak biru yang menampungku. entah kmna harus mengadu semuanya telah berubah warna menjadi gelap gulita tanpa cahaya.
Ya'Rabbi pantaskah hamba ini terus mengeluh disamping timbunan emas permata yang Engkau limpahkan tiap detiknya pada hamba. pantaskah hamba... jika hamba menganggap jiwa ini melemah disamping baja yang Engkau tanamkan di setiap tulang raga hamba ini... oh'allah.... Maha Suci Engkau ya'Rabbi yang selalu memperhatikan tiap alunan napas ini. 
pagi yang cerah dimana saat itu aku telah siap dengan pedang dan keranjang yang kosong buat wadah jutaan huruf yang mau ku bawa sebagai peluru masa depanku. ketika kaki mulai melangkah seraya melantunka sebuah harapan dan do'a,sesosok bidadari syurga Engkau hadirkan untuk hamba. meski hanya sekilatan mata hamba melihat, namun sosok itu mampu membangunkan jiwa dan pikiran hamba yang mulai layu. sosok bidari syurga yang anggun nan cerdas itu takkan pernah terlupakan dari benak jiwa ini. cantik dengan juntaian hijabnya yang berwarna merah jambu. pandangan yang tajam dengan polesan celaknya. keanggunn yang memancarkan cahaya di pagi hari mampu menerangi jiwa yang mulai gelap gulita. maha suci engkau ya'rabbi. hamba percaya akan keagunganmu.. :)
Hijab tak akan pernah hamba lepaskan. Hamba ingin jadi bidadari syurgamu ya’Rabb.... ridhoilah jalan hamba ya’Rabb..