Bidadari Syurga
D |
isaat
jiwa ini mulai melemah,rapuh, tak berdaya, prustasi dan tak minat lagi untuk
mengenakannya. jiwa yang hampa tak tau apa yang mau aku perbuat. apakah aku
akan kembali kesosok jiwaku dahulu....? bimbang terbawa angin laut yang menuju
ke samudra yang arahnya tak tahu akan kemana. hati yang lemah dalam kebimbangan
terus melantunkan do'a dan harapan. namun semua itu tak dapat membangunkan jiwa
yang telah rapuh ini. air mata tak mampu lagi mengalir di pipi karna semua telah
melemah. pikiran yang gundah tak ada sosok yang mampu untuk merangkul dan
menasehatiku. sunyi, dingin, hanya bersama kebisuan kotak biru yang
menampungku. entah kmna harus mengadu semuanya telah berubah warna menjadi
gelap gulita tanpa cahaya.
Ya'Rabbi pantaskah hamba ini terus
mengeluh disamping timbunan emas permata yang Engkau limpahkan tiap detiknya
pada hamba. pantaskah hamba... jika hamba menganggap jiwa ini melemah disamping
baja yang Engkau tanamkan di setiap tulang raga hamba
ini... oh'allah.... Maha Suci Engkau ya'Rabbi yang selalu memperhatikan tiap
alunan napas ini.
pagi yang cerah dimana saat
itu aku telah siap dengan pedang dan keranjang yang kosong buat wadah jutaan
huruf yang mau ku bawa sebagai peluru masa depanku. ketika kaki mulai melangkah
seraya melantunka sebuah harapan dan do'a,sesosok bidadari syurga Engkau
hadirkan untuk hamba. meski hanya sekilatan mata hamba melihat, namun sosok itu
mampu membangunkan jiwa dan pikiran hamba yang mulai layu. sosok bidari syurga
yang anggun nan cerdas itu takkan pernah terlupakan dari benak jiwa ini. cantik
dengan juntaian hijabnya yang berwarna merah jambu. pandangan yang tajam dengan
polesan celaknya. keanggunn yang memancarkan cahaya di pagi hari mampu
menerangi jiwa yang mulai gelap gulita. maha suci engkau ya'rabbi. hamba
percaya akan keagunganmu.. :)
Hijab tak akan pernah hamba
lepaskan. Hamba ingin jadi bidadari syurgamu ya’Rabb.... ridhoilah jalan hamba
ya’Rabb..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar